Selasa, 08 Juli 2014

LUPAKANLAH...!














 



Aku bukanlah aktor, bukan pula keturunan konglomerat. Kau bukan model apalagi putri Indonesia. Kita hanyalah dua manusia biasa yang sudah terlalu lelah saling membingkai gambar dalam sunyi, sebab di sana ada ketertekanan, keragu-raguan, dan ketakutan yang berdiri di atas ketakberdayaan. Sebab cinta tak cukup hanya dirasakan apalagi disembunyikan: dahsyatnya kekuatan cinta hanya akan merengkuh kita dalam keindahannya bila ia terkatakan dan terbuktikan.

Maka, lupakanlah cinta!

Lupakanlah cinta yang kita tak punya kemampuan untuk mengatakan dan membuktikannya. Lupakanlah cinta yang keindahannya hanya fatamorgana di padang pasir. Lupakanlah cinta yang bahkan kita masih ragu untuk menyebutnya cinta. Cintailah saja hal-hal yang kita memang sanggup mencintainya.

Sebab cinta adalah kesiapan.

Kesiapan untuk menjaga, merawat, dan menumbuhkan seseorang menuju derajat kehidupan yang lebih tinggi. Dan kesiapan selalu mensyaratkan dua hal: kemantapan hati dan kemampuan. Kita baru bisa dikatakan siap mencintai bila hati kita mantap dan kita mampu menunaikan pekerjaan-pekerjaan para pecinta: menjaga, merawat, dan menumbuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar